- Konfigurasi perangkat cisco
dilakukan dengan Command Line Interface (CLI), seperti dosprompt pada
windows
- Untuk melakukan konfigurasi pada
perangkat CISCO terdapat beberapa mode prompt :
–
User Exec mode prompt
: dimana ini merupakan awal login di perangkat CISCO (user biasa). Hanya bisa
melihat konfigurasi
–
Privileged
Exexc mode prompt : pada mode
ini dapat mencari informasi dari perangkat CISCO (user admin)
–
Global
Configure mode prompt :
pada mode ini dapat dilakukan perubahan terhadap perangkat CISCO, tetapi tidak
bisa dilakukan pengambilan informasi (Super Admin)
–
Specific Configuration mode:
Masuk ke dalam interface konfigurasi tertentu
Mode-Mode perintah CLI
Router> enable
Router#configure
terminal
Router(config)# interface
fastethernet 0/0
Router(config-if)#
Konfigurasi IP Address
- Router mempunyai beberapa interface
untuk menghubungkan lebih dari satu jaringan
- Setiap interface menghubungkan
network yang berbeda-beda.
- Setiap interface mempunyai no IP
sebagai default gateway setiap jaringan
•
Untuk melakukan konfigurasi IP
Address, perlu tahu interface mana yang akan kita konfigurasi IP Addressnya …
Router(config)#interface
serial 0/0
Router(config-if)#ip
address <ip address> <netmask>
Router(config-if)#no
shutdown
Command no shutdown
digunakan untuk mengaktifkan interface yang ada
Melihat Hasil
Konfigurasi
Router# show ip
interface brief
Interface IP-Address OK?
Method Status Protocol
Ethernet0 131.108.1.11 YES
manual up up
Serial0 198.135.2.49 YES
manual administratively
down down
- Command show digunakan untuk
melihat hasil konfigurasi yang sudah dilakukan
- Command show ip interface brief
digunakan untuk melihat interface apa yang sudah kita kasih IP
Melakukan Reset
Configuration
- Matikan power router dan hidupkan
kembali
- Tekan Break pada keyboard
kira-kira 60 detik setelah
router nyala
- Router akan masuk ke mode ROMMON
- Ketikkan confreg 0x2142
selanjutnya reset
–
rommon 1 > confreg 0x2142
–
rommon 2 > reset
- Router akan melakukan booting
ulang, tekan Ctrl−C untuk men-skip procedure insitail setup
- Selanjutnya router akan masuk
seperti biasa
- Kembalikan register ke semula
supaya bisa menyimpan hasil konfigurasi dengan menjalankan command config−register
0x2102
(config)#config−register
0x2102 to
- Selanjutnya lakukan konfigurasi
router dan simpan dengan menjalankan command copy startup−config
running−config
**IP Address**
• Badan
yang mengatur pemberian IP Address & mengkoordinasikan DNS serta
pendelegasian nama domain Internet di seluruh dunia adalah Internet
Assigned Number Authority / IANA (http://www.iana.org)
•
Pemberian IP Address dibagi
menjadi berdasarkan daerah (regional) masing-masing dan disebut dengan Regional
Internet Registries (RIR) Pembagian IP Address
tersebut berdasarkan
•
Regional :
• Peralatan
aktif dalam jaringan komputer seperti : Network Interface Card (NIC),
Switch, Router, Access Point, Network Camera, dll memiliki MAC Address untuk
memberikan identitas pada peralatan tersebut agar dapat dikenali
• MAC
Address disebut juga dengan alamat hardware, karena
merupakan identitas yang diberikan oleh pabrik pembuat (vendor) dari
peralatan tersebut
• Agar
pengaturan pemberian alamat pada peralatan lebih mudah dan fleksibel,
dipergunakannlah alamat logika
• Apabila
peralatan jaringan diganti, MAC Address secara otomatic akan berubah
sesuai dengan MAC Address peralatan yang baru
• Apabila
menggunakan alamat logika, alamat logika yang sama tetap dapat digunakan
meskipun peralatan jaringan diganti atau ditukar.
• Penggunaan
alamat logika memberikan kemudahan administrasi pemberian alamat peralatan
IP Address
terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk empat kelompok dan
masing-masing kelompok terdiri dari delapan (oktat) bit yang dipisahkan oleh
tanda titik
11000000.10101000.00000000.00000001
Atau dapat juga ditulis
dalam bentuk empat kelompok angka desimal dari 0 - 255, misalnya :
192.168.0.1
• IP
Address yang terdiri dari 32 bit angka biner ini disebut
dengan IP Versi 4 (Ipv4)
• Dalam
IP address ada 5 peng-kelas-an yakni kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan
kelas E.
IP
Address terdiri dari dua bagian, yaitu : Network ID &
Host ID
• Network
ID menentukan
alamat dari suatu jaringan komputer
• Host
Id
menentukan alamat dari suatu komputer (host) dalam suatu jaringan
komputer
• IP
Address memberikan alamat lengkap dari suatu komputer (host)
yang merupakan gabungan dari nama Network Id dan Host ID
**Aturan
pemberian IP Address
Nomor pertama dari Network
ID tidak boleh angka 127
Host ID
tidak boleh semuanya terdiri atas angka 255
Host ID
tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0
Host ID harus
unik dalam suatu Lokal Network ID
1. Langkah-langkah konfigurasi IP
Address Gateway Server MikroTik
Karena Gateway MikroTik akan
menghubungkan area local dan area public maka pada PC Gateway sudah harus
terpasang minimal 2 buah Ethernet Card, dalam hal ini Interface Public dan
Interface Local. Sebagai langkah awal kita harus memastikan bahwa kedua
interface telah dikenali oleh PC Gateway. Untuk itu masuk ke sistem MikroTik
setelah sebelumnya Login, lalu ketikkan perintah berikut pada prompt :
[admin@MikroTik] > interface ethernet print
Jika kedua interface terdeteksi maka akan tampil seperti terlihat pada gambar
[admin@MikroTik] > interface ethernet print
Jika kedua interface terdeteksi maka akan tampil seperti terlihat pada gambar
Konfigurasi IP Address untuk kedua
Interface
2. Konfigurasi IP Address Client-01,
cara yang sama dilakukan pada Client-02 dan Client-03, yang berbeda
hanyalah IP Address yang diberikan.
hanyalah IP Address yang diberikan.
3. Menentukan Routing Gateway
MikroTik agar bisa terkoneksi ke Internet
Untuk melakukan konfigurasi pada
Gateway MikroTik kali ini kita akan menggunakan Tools bawaan MikroTik sendiri
yang bernama WINBOX, alasan utama menggunakan winbox karena aplikasi tersebut
sudah berbasis GUI sehingga lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows.
Cara memperoleh aplikasi winbox yaitu dengan mendownloadnya dari Gateway
MikroTik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu PC Client telah terkoneksi
ke Gateway MikroTik. Cara termudah untuk memastikan hal itu adalah dengan
melakukan tes PING dari Client ke Gateway MikroTik, jika sudah ada pesan Reply
berarti telah terkoneksi dengan baik. Selanjutnya pada client yang menggunakan
OS Windows, buka Internet Explorer atau program Web Browser lainnya lalu pada
Address ketikkan alamat IP dari Gateway MikroTik.
Setting Routing ke Internet Gateway,
lihat kembali gambar topologi jaringannya sebagai panduan.
4. Mengaktifkan NAT pada Gateway
MikroTik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet.
Buka Jendela Firewall, lalu buka
buka table NAT.
Masukkan IP Address Client dalam
aturan NAT agar Client dapat mengakses Internet. Ulangi langkah di atas untuk
Client-02 dan Client-03.
Tampilan tabel NAT seharusnya akan
tampak seperti gambar berikut.
Pada tahapan ini seharusnya semua Client sudah bisa terkoneksi ke Internet.
5. Membatasi penggunaan bandwidth
untuk masing-masing Client tidak ada satupun Client yang akan memonopoli
penggunaan bandwidth. Kita akan menggunakan metode “Queue Tree” untuk membatasi
penggunaan bandwidth pada Client. Karena dengan metode Queue Tree kita akan
lebih leluasa dalam menerapkan aturan-aturan dalam pembatasan bandwidth, tidak
demikian jika kita menggunakan metode “Simple Queue”.
Langkah pertama kita harus membuat
aturan di Firewall pada tabel MANGLE, untuk memberikan tanda “mark” pada
paket-paket yang masuk dan keluar dari Gateway MikroTik ke masing-masing
Client.
Gambar sebelumnya merupakan langkah
untuk membuat ‘Mark Connection’ atau penanda koneksi, langkah selajutnya masih
merupakan lanjutan dari langkah sebelumnya, namun kali ini kita akan membuat
‘Mark Packet’ atau penanda paket, silahkan ikuti langkah-langkah seperti pada
gambar. Langkah pertama diawali dengan meng-klik tanda ‘+’ pada Tab Mangle,
seperti ditunjukkan pada langkah ke-4 pada gambar sebelumnya.
Ulangi langkah pembuatan ‘Mark
Connection’ dan ‘Mark Packet’ untuk Client-02 dan Client-03, yang berbeda hanya
pada bagian : Src. Address, New Connection Mark dan New Packet Mark yang
nantinya disesuaikan dengan Client-02 dan Client-03. Hasil akhirnya seperti
pada gambar di bawah :
Konfigurasi ‘Queue Tree’, untuk
besar bandwidth download dan upload untuk masing-masing Client
silahkan lihat kembali gambar topologi jaringan.
silahkan lihat kembali gambar topologi jaringan.
Pengaturan bandwidth download untuk
Client-01
Lakukan langkah yang sama untuk
mengatur bandwidth download dan upload untuk Client-02 dan Client-03. Bagian
yang berbeda hanya pada : Name, Packet Mark, Limit at dan Max Limit. Tampilan
akhir pengaturan bandwidth untuk masing-masing Client akan terlihat seperti
pada gambar berikut :
Gambar di atas juga nantinya akan
dimanfaatkan untuk memantau penggunaan bandwidth Download dan Upload pada
masing-masing Client.
- Pada menu installasi di
tampilkan service apa saja yang ingin kita install,untuk lebih mudahnya
kita pilih semua service yang disediakan dengan menekan tombol ‘a’,maka
semua service akan terpilih.
- Apabila kita menginstall baru
tekan tombol ‘n’ atau apabila kita hanya menambahkan service baru tekan
tombol ‘y’ agar konfigurasi yang sudah dibuat tidak hilang.
- Kemudian akan disiapkan ruang
harddisk yang akan dipakai oleh MikroTik dengan memformatnya dan
mengkopikan file-file yang dibutuhkanSetelah proses pengkopian file
selesai kemudian proses instalasi membutuhkan reboot ulang. Apabila semua
proses instalasi tidak mengalami error setelah reboot ulang di layar akan
muncul tampilan user login dan password
Secara default user yang dipakai
adalah user admin dengan password yang masih kosong. Setelah login tampilan
awal akan seperti berikut :
2. Konfigurasi
Sebelum masuk ke proses konfigurasi, agar lebih mudah memahami proses konfigurasi MikroTik, berikut ini digambarkan topologi jaringan sebagai contoh kasus yang kemudian akan diimplementasikan dalam bentuk konfigurasi Mikrotik. Berdasar pada gambar topologi yang sudah dibuat, ada beberapa hal yang nantinya harus dilakukan, yaitu :
2. Konfigurasi
Sebelum masuk ke proses konfigurasi, agar lebih mudah memahami proses konfigurasi MikroTik, berikut ini digambarkan topologi jaringan sebagai contoh kasus yang kemudian akan diimplementasikan dalam bentuk konfigurasi Mikrotik. Berdasar pada gambar topologi yang sudah dibuat, ada beberapa hal yang nantinya harus dilakukan, yaitu :
- Menentukan IP Address untuk
Interface Public dan Local pada Gateway Mikrotik, dimana Interface Public
akan terkoneksi ke Jaringan Internet dang Interface Local akan terkoneksi
ke Jaringan Local.
- Menentukan IP Address disetiap
Client, sesuaikan seperti pada gambar topologi.
- Menentukan Routing pada Gateway
Mikrotik sehingga dirinya sendiri sudah harus bisa terkoneksi ke Internet.
- Mengaktifkan NAT pada Gateway
Mikrotik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet.
- Membatasi penggunaan bandwidth
download dan upload untuk masing-masing Client, seperti terlihat
pada gambar topologi.
Hal-hal di atas akan menjadi panduan untuk menentukan apa saja yangharus dikerjakan, berikut langkah demi langkah proses konfigurasinya :
1. Langkah-langkah konfigurasi IP Address Gateway Server Mikrotik
a. Karena Gateway Mikrotik akan menghubungkan area local dan area public maka pada PC Gateway sudah harus terpasang minimal 2 buah Ethernet Card, dalam hal ini Interface Public dan Interface Local. Sebagai langkah awal kita harus memastikan bahwa kedua interface telah dikenali oleh PC Gateway. Untuk itu masuk ke sistem mikrotik setelah sebelumnya Login, lalu ketikkan perintah berikut pada prompt:
[admin@MikroTik] > interface
ethernet print
2. Konfigurasi IP Address Client-01, cara yang sama
dilakukan pada Client-02 dan Client-03, yang berbeda hanyalah IP Address yang
diberikan.
3. Menentukan Routing Gateway Mikrotik agar bisa terkoneksi
ke Internet Untuk melakukan konfigurasi pada Gateway Mikrotik kali ini kita
akan menggunakan Tools bawaan Mikrotik sendiri yang bernama WINBOX, alasan
utama menggunakan winbox karena aplikasi tersebut sudah berbasis GUI sehingga
lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows.
Cara memperoleh aplikasi winbox yaitu dengan mendownloadnya
dari Gateway Mikrotik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu PC Client
telah terkoneksi ke Gateway Mikrotik. Cara termudah untuk memastikan hal itu
adalah dengan melakukan tes PING dari Client ke Gateway Mikrotik, jika sudah
ada pesan Reply berarti telah terkoneksi dengan baik. Selanjutnya pada client
yang menggunakan OS Windows, buka Internet Explorer atau program Web Browser
lainnya lalu pada Address ketikkan alamat IP dari Gateway Mikrotik.
4. Jalankan
program Winbox
5. Setting routing ke internet Gateway
6. Mengaktifkan NAT pada Gateway MikroTik agar setiap Client dapat terkoneksi ke internet
a. Buka jendela firewall,lalu buka table NAT
b. Masukkan IP address Client dalam pengaturan NAT agar client dapat mengakses internet
c. Tampilakan tabel NAT.
5. Setting routing ke internet Gateway
6. Mengaktifkan NAT pada Gateway MikroTik agar setiap Client dapat terkoneksi ke internet
a. Buka jendela firewall,lalu buka table NAT
b. Masukkan IP address Client dalam pengaturan NAT agar client dapat mengakses internet
c. Tampilakan tabel NAT.
Kita akan mencoba membangun jaringan
seperti yang telah kita lakukan seperti langkah yang di atas
1.
Lakukan akses ke router MikroTik menggunakan Aplikasi
Winbox
-Interface ethernet 1 dipakai sebagai interface public,yang akan menghubungkan ke internet
-Interface ethernet 2 sebagai interface local,yang akan dikonfigurasi jadi hotspot
2. Pengaturan DHCP
-Pada Winbox,pilih menu IP | Hotspot
-Pada jendela Hotspot,tab Servers klik tombol Hotspot Setup
-Interface ethernet 1 dipakai sebagai interface public,yang akan menghubungkan ke internet
-Interface ethernet 2 sebagai interface local,yang akan dikonfigurasi jadi hotspot
2. Pengaturan DHCP
-Pada Winbox,pilih menu IP | Hotspot
-Pada jendela Hotspot,tab Servers klik tombol Hotspot Setup
Pilih interface yang akan dijadikan
sebagai interface jaringan Hotspot.
· Setting Hotspot address
· Batasan
IP DHCP
· Masukkan
rentangan IP yang di gunakan pada jaringan lokal
· Konfigurasi
DNS Server
· Masukkan lama
waktu pengaksesan
· Konfigurasi
Hotspot selesai
3. Pada
Winboox, pilih menu IP | Hotspot
· Pada jendela
Hotspot, tab Servers klik tombol Hotspot Setup--> Pilih Interface yang akan dijadikan
sebagai interface jaringan Hotspot.
3. Menambah
user baru
| Add caption |
4. Melihat hasil konfigurasi
· Halaman login
Jika konfigurasi sukses,setiap user yang akan browsing
internet akan di redirect ke halaman login.
· Halaman logout
Jika kita ingin keluar maka kita masukkanhttp://192.168.2.1/logout
Atau
ketikkan system reset yang ada di
mikrotik à ketik y .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar