Jumat, 18 Oktober 2013

langkah-langkah konfigurasi IP Address Gateway DNS



Konfigurasi dasar Cisco Router
  • Konfigurasi perangkat cisco dilakukan dengan Command Line Interface (CLI), seperti dosprompt pada windows
  • Untuk melakukan konfigurasi pada perangkat CISCO terdapat beberapa mode prompt :
        User Exec mode prompt : dimana ini merupakan awal login di perangkat CISCO (user biasa). Hanya bisa melihat konfigurasi
        Privileged Exexc mode prompt : pada mode ini dapat mencari informasi dari perangkat CISCO (user admin)
        Global Configure mode prompt : pada mode ini dapat dilakukan perubahan terhadap perangkat CISCO, tetapi tidak bisa dilakukan pengambilan informasi (Super Admin)
        Specific Configuration mode: Masuk ke dalam interface konfigurasi tertentu

Mode-Mode perintah CLI


Router> enable
Router#configure terminal
Router(config)# interface fastethernet 0/0
Router(config-if)#

Konfigurasi IP Address
  • Router mempunyai beberapa interface untuk menghubungkan lebih dari satu jaringan
  • Setiap interface menghubungkan network yang berbeda-beda.
  • Setiap interface mempunyai no IP sebagai default gateway setiap jaringan

         Untuk melakukan konfigurasi IP Address, perlu tahu interface mana yang akan kita konfigurasi IP Addressnya …

Router(config)#interface serial 0/0
Router(config-if)#ip address <ip address> <netmask>
Router(config-if)#no shutdown

Command no shutdown digunakan untuk mengaktifkan interface yang ada

Melihat Hasil Konfigurasi
Router# show ip interface brief

Interface    IP-Address      OK?  Method     Status                 Protocol
Ethernet0    131.108.1.11    YES  manual     up                     up   
Serial0      198.135.2.49    YES  manual     administratively down  down

  • Command show digunakan untuk melihat hasil konfigurasi yang sudah dilakukan
  • Command show ip interface brief digunakan untuk melihat interface apa yang sudah kita kasih IP

Melakukan Reset Configuration
  • Matikan power router dan hidupkan kembali
  • Tekan Break pada keyboard kira-kira 60 detik  setelah router nyala
  • Router akan masuk ke mode ROMMON
  • Ketikkan confreg 0x2142 selanjutnya reset
        rommon 1 > confreg 0x2142
        rommon 2 > reset
  • Router akan melakukan booting ulang, tekan Ctrl−C untuk men-skip procedure insitail setup
  • Selanjutnya router akan masuk seperti biasa
  • Kembalikan register ke semula supaya bisa menyimpan hasil konfigurasi dengan menjalankan command config−register 0x2102
(config)#config−register 0x2102 to
  • Selanjutnya lakukan konfigurasi router dan simpan dengan menjalankan command copy startup−config running−config

**IP Address**
      Badan yang mengatur pemberian IP Address & mengkoordinasikan DNS serta pendelegasian nama domain Internet di seluruh dunia adalah Internet Assigned Number Authority / IANA (http://www.iana.org)
      Pemberian IP Address dibagi menjadi berdasarkan daerah (regional) masing-masing dan disebut dengan Regional Internet Registries (RIR) Pembagian IP Address tersebut berdasarkan
      Regional :
      ARIN (http://www.arin.net), menangani wilayah Amerika Utara dan Sub Shara Afrika
      APNIC (http://www.apnic.net), menangani wilayah Asia Pasific
      LACNIC (http://www.lacnic.net), menangani wilayah Amerika Selatan & Pusat dan Carribean
      RIPE NCC (http://www.ripe.net), menangani wilayah Eropa & Afrika Utara
      Peralatan aktif dalam jaringan komputer seperti : Network Interface Card (NIC), Switch, Router, Access Point, Network Camera, dll memiliki MAC Address untuk memberikan identitas pada peralatan tersebut agar dapat dikenali
      MAC Address disebut juga dengan alamat hardware, karena merupakan identitas yang diberikan oleh pabrik pembuat (vendor) dari peralatan tersebut

      Agar pengaturan pemberian alamat pada peralatan lebih mudah dan fleksibel, dipergunakannlah alamat logika
      Apabila peralatan jaringan diganti, MAC Address secara otomatic akan berubah sesuai dengan MAC Address peralatan yang baru
      Apabila menggunakan alamat logika, alamat logika yang sama tetap dapat digunakan meskipun peralatan jaringan diganti atau ditukar.
      Penggunaan alamat logika memberikan kemudahan administrasi pemberian alamat peralatan

IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dituliskan dalam bentuk empat kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari delapan (oktat) bit yang dipisahkan oleh tanda titik
11000000.10101000.00000000.00000001
Atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal dari 0 - 255, misalnya :
192.168.0.1

      IP Address yang terdiri dari 32 bit angka biner ini disebut dengan IP Versi 4 (Ipv4)
      Dalam IP address ada 5 peng-kelas-an yakni kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.


  IP Address terdiri dari dua bagian, yaitu : Network ID & Host ID
      Network ID menentukan alamat dari suatu jaringan komputer
      Host Id menentukan alamat dari suatu komputer (host) dalam suatu jaringan komputer
      IP Address memberikan alamat lengkap dari suatu komputer (host) yang merupakan gabungan dari nama Network Id dan Host ID
**Aturan pemberian IP Address
Nomor pertama dari Network ID tidak boleh angka 127
Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 255
Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0
Host ID harus unik dalam suatu Lokal Network ID

1. Langkah-langkah konfigurasi IP Address Gateway Server MikroTik
Karena Gateway MikroTik akan menghubungkan area local dan area public maka pada PC Gateway sudah harus terpasang minimal 2 buah Ethernet Card, dalam hal ini Interface Public dan Interface Local. Sebagai langkah awal kita harus memastikan bahwa kedua interface telah dikenali oleh PC Gateway. Untuk itu masuk ke sistem MikroTik setelah sebelumnya Login, lalu ketikkan perintah berikut pada prompt :
[admin@MikroTik] > interface ethernet print
Jika kedua interface terdeteksi maka akan tampil seperti terlihat pada gambar




Konfigurasi IP Address untuk kedua Interface


2. Konfigurasi IP Address Client-01, cara yang sama dilakukan pada Client-02 dan Client-03, yang berbeda
hanyalah IP Address yang diberikan.


3. Menentukan Routing Gateway MikroTik agar bisa terkoneksi ke Internet
Untuk melakukan konfigurasi pada Gateway MikroTik kali ini kita akan menggunakan Tools bawaan MikroTik sendiri yang bernama WINBOX, alasan utama menggunakan winbox karena aplikasi tersebut sudah berbasis GUI sehingga lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows. Cara memperoleh aplikasi winbox yaitu dengan mendownloadnya dari Gateway MikroTik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu PC Client telah terkoneksi ke Gateway MikroTik. Cara termudah untuk memastikan hal itu adalah dengan melakukan tes PING dari Client ke Gateway MikroTik, jika sudah ada pesan Reply berarti telah terkoneksi dengan baik. Selanjutnya pada client yang menggunakan OS Windows, buka Internet Explorer atau program Web Browser lainnya lalu pada Address ketikkan alamat IP dari Gateway MikroTik.



 Jalankan program winbox




Setting Routing ke Internet Gateway, lihat kembali gambar topologi jaringannya sebagai panduan.

4. Mengaktifkan NAT pada Gateway MikroTik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet.
Buka Jendela Firewall, lalu buka buka table NAT.


Masukkan IP Address Client dalam aturan NAT agar Client dapat mengakses Internet. Ulangi langkah di atas untuk Client-02 dan Client-03.
Tampilan tabel NAT seharusnya akan tampak seperti gambar berikut.


Pada tahapan ini seharusnya semua Client sudah bisa terkoneksi ke Internet.
5. Membatasi penggunaan bandwidth untuk masing-masing Client tidak ada satupun Client yang akan memonopoli penggunaan bandwidth. Kita akan menggunakan metode “Queue Tree” untuk membatasi penggunaan bandwidth pada Client. Karena dengan metode Queue Tree kita akan lebih leluasa dalam menerapkan aturan-aturan dalam pembatasan bandwidth, tidak demikian jika kita menggunakan metode “Simple Queue”.
Langkah pertama kita harus membuat aturan di Firewall pada tabel MANGLE, untuk memberikan tanda “mark” pada paket-paket yang masuk dan keluar dari Gateway MikroTik ke masing-masing Client.
Gambar sebelumnya merupakan langkah untuk membuat ‘Mark Connection’ atau penanda koneksi, langkah selajutnya masih merupakan lanjutan dari langkah sebelumnya, namun kali ini kita akan membuat ‘Mark Packet’ atau penanda paket, silahkan ikuti langkah-langkah seperti pada gambar. Langkah pertama diawali dengan meng-klik tanda ‘+’ pada Tab Mangle, seperti ditunjukkan pada langkah ke-4 pada gambar sebelumnya.











Ulangi langkah pembuatan ‘Mark Connection’ dan ‘Mark Packet’ untuk Client-02 dan Client-03, yang berbeda hanya pada bagian : Src. Address, New Connection Mark dan New Packet Mark yang nantinya disesuaikan dengan Client-02 dan Client-03. Hasil akhirnya seperti pada gambar di bawah :
Konfigurasi ‘Queue Tree’, untuk besar bandwidth download dan upload untuk masing-masing Client
silahkan lihat kembali gambar topologi jaringan.
Pengaturan bandwidth download untuk Client-01
Lakukan langkah yang sama untuk mengatur bandwidth download dan upload untuk Client-02 dan Client-03. Bagian yang berbeda hanya pada : Name, Packet Mark, Limit at dan Max Limit. Tampilan akhir pengaturan bandwidth untuk masing-masing Client akan terlihat seperti pada gambar berikut :
Gambar di atas juga nantinya akan dimanfaatkan untuk memantau penggunaan bandwidth Download dan Upload pada masing-masing Client.

  • Pada menu installasi di tampilkan service apa saja yang ingin kita install,untuk lebih mudahnya kita pilih semua service yang disediakan dengan menekan tombol ‘a’,maka semua service akan terpilih.
  • Apabila kita menginstall baru tekan tombol ‘n’ atau apabila kita hanya menambahkan service baru tekan tombol ‘y’ agar konfigurasi yang sudah dibuat tidak hilang.
  • Kemudian akan disiapkan ruang harddisk yang akan dipakai oleh MikroTik dengan memformatnya dan mengkopikan file-file yang dibutuhkanSetelah proses pengkopian file selesai kemudian proses instalasi membutuhkan reboot ulang. Apabila semua proses instalasi tidak mengalami error setelah reboot ulang di layar akan muncul tampilan user login dan password
Secara default user yang dipakai adalah user admin dengan password yang masih kosong. Setelah login tampilan awal akan seperti berikut :




2.   Konfigurasi

Sebelum masuk ke proses konfigurasi, agar lebih mudah memahami proses konfigurasi MikroTik, berikut ini digambarkan topologi jaringan sebagai contoh kasus yang kemudian akan diimplementasikan dalam bentuk konfigurasi Mikrotik. Berdasar pada gambar topologi yang sudah dibuat, ada beberapa hal yang nantinya harus dilakukan, yaitu :
  • Menentukan IP Address untuk Interface Public dan Local pada Gateway Mikrotik, dimana Interface Public akan terkoneksi ke Jaringan Internet dang Interface Local akan terkoneksi ke Jaringan Local.
  • Menentukan IP Address disetiap Client, sesuaikan seperti pada gambar topologi.
  • Menentukan Routing pada Gateway Mikrotik sehingga dirinya sendiri sudah harus bisa terkoneksi ke Internet.
  • Mengaktifkan NAT pada Gateway Mikrotik agar setiap  Client dapat terkoneksi ke Internet.
  • Membatasi penggunaan bandwidth download dan upload  untuk masing-masing Client, seperti terlihat pada gambar topologi.

    Hal-hal di atas akan menjadi panduan untuk menentukan apa saja yangharus dikerjakan, berikut langkah demi langkah proses konfigurasinya :

    1.      Langkah-langkah konfigurasi IP Address Gateway Server Mikrotik
    a.   Karena Gateway Mikrotik akan menghubungkan area  local dan area public maka pada PC Gateway sudah harus terpasang minimal 2 buah Ethernet Card, dalam hal ini Interface Public dan Interface Local. Sebagai langkah awal kita harus memastikan bahwa kedua interface telah dikenali oleh PC Gateway. Untuk itu masuk ke  sistem mikrotik setelah sebelumnya Login, lalu ketikkan perintah berikut pada prompt:
[admin@MikroTik] > interface ethernet print
b.    Konfigurasi IP Address untuk kedua interface


2. Konfigurasi IP Address Client-01, cara yang sama dilakukan pada Client-02 dan Client-03, yang berbeda hanyalah IP Address yang diberikan.

3. Menentukan Routing Gateway Mikrotik agar bisa terkoneksi ke Internet Untuk melakukan konfigurasi pada Gateway Mikrotik kali ini kita akan menggunakan Tools bawaan Mikrotik sendiri yang bernama WINBOX, alasan utama menggunakan winbox karena aplikasi tersebut sudah berbasis GUI sehingga lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows.

Cara memperoleh aplikasi winbox yaitu dengan mendownloadnya dari Gateway Mikrotik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu PC Client telah terkoneksi ke Gateway Mikrotik. Cara termudah untuk memastikan hal itu adalah dengan melakukan tes PING dari Client ke Gateway Mikrotik, jika sudah ada pesan Reply berarti telah terkoneksi dengan baik. Selanjutnya pada client yang menggunakan OS Windows, buka Internet Explorer atau program Web Browser lainnya lalu pada Address ketikkan alamat IP dari Gateway Mikrotik.
4.      Jalankan program Winbox
5.      Setting routing ke internet Gateway
6.      Mengaktifkan NAT pada Gateway MikroTik agar setiap Client dapat terkoneksi ke internet
a. Buka jendela firewall,lalu buka table NAT
b. Masukkan IP address Client dalam pengaturan NAT agar client dapat mengakses internet
c. Tampilakan tabel NAT.

Kita akan mencoba membangun jaringan seperti yang telah kita lakukan seperti langkah yang di atas


1.      Lakukan akses ke router MikroTik menggunakan Aplikasi Winbox




-Interface ethernet 1 dipakai sebagai interface public,yang akan menghubungkan ke internet
-Interface ethernet 2 sebagai interface local,yang akan dikonfigurasi jadi hotspot
2. Pengaturan DHCP
-Pada Winbox,pilih menu IP | Hotspot


-Pada jendela Hotspot,tab Servers klik tombol Hotspot Setup



Pilih interface yang akan dijadikan sebagai interface jaringan Hotspot.
·  Setting Hotspot address



·         Batasan IP DHCP







·         Masukkan rentangan IP yang di gunakan pada jaringan lokal


·         Konfigurasi DNS Server

·         Masukkan lama waktu pengaksesan

·         Konfigurasi Hotspot selesai
3.      Pada Winboox, pilih menu IP | Hotspot
·         Pada jendela Hotspot, tab Servers klik tombol Hotspot Setup--> Pilih Interface yang akan dijadikan sebagai interface jaringan Hotspot.

3.      Menambah user baru

Add caption
Untuk menambah atau mendaftarkan user barudapat dilakukan melalui Winbox,pilih IP | Hotspot |User,klik tanda "+"

4.      Melihat hasil konfigurasi
·         Halaman login
Jika konfigurasi sukses,setiap user yang akan browsing internet akan di redirect ke halaman login.
·         Halaman logout
Jika kita ingin keluar maka kita masukkanhttp://192.168.2.1/logout
Atau ketikkan system reset  yang ada di mikrotik à ketik y .





Tidak ada komentar:

Posting Komentar