Rabu, 11 Desember 2013

Cara Setting User Management di Mikrotik



Nama : Suparti
Nim : 10018036
Tugas  prak wireless  dan aplikasi prak ke 9
 Cara Setting User Management  di Mikrotik
USER MANAGER HOTSPOT MIKROTIK

Jika paket User Manager belum terinstall, kita  download dulu paketnya di situs Mikrotik atau di tempat biasanya saya download.  Setelah paket terinstall kita lanjutkan cara konfigurasi  User Manager untuk Hotspot.
Mengaktifkan fungsi radius di hotspot
Kita lihat dulu Server Profile pada hotspot, dan kita pilih profile yang akan kita aktifkan fungsi radiusnya, pada kali ini saya memilih profile yang telah kita buat pada tahap sebelumnya.
[admin@MikroTik] > ip hotspot profile print

Flags: * – default0 * name=”default” hotspot-address=0.0.0.0 dns-name=”" html-directory=hotspot rate-limit=”" http-proxy=0.0.0.0:0 smtp-server=0.0.0.0 login-by=cookie,http-chap
http-cookie-lifetime=3d split-user-domain=no use-radius=no
1   name=”hsprof2″ hotspot-address=172.16.1.1 dns-name=”test.net” html-directory=hotspot rate-limit=”" http-proxy=0.0.0.0:0 smtp-server=0.0.0.0 login-by=cookie,http-chap
http-cookie-lifetime=3d split-user-domain=no use-radius=no
[admin@MikroTik] > ip hotspot profile set 1 use-radius=yes login-by=http-chap radius-accounting=yes nas-port-type=ethernet



Pada konfigurasi ini fungsi Cookie saya hilangkan karena kurang efektif jika nantinya User Manager ini digunakan sebagai billing hotspot, sedangkan NAS Port Type saya pilih “ethernet”  karena gateway hotspot yang kita gunakan berupa ethernet dari Mikrotik.
Konfigurasi Radius
Selanjutnya kita konfigurasi Radius Mikrotik, konfigurasi ini menghubungkan antara User Manager dengan Router kita[admin@MikroTik] > radius add service=hotspot,login address=127.0.0.1 secret=eror123[admin@MikroTik] > radius incoming set accept=yes


Membuat Owner dan Menambahkan Router Kita pada User Manager
[admin@MikroTik] > tool user-manager customer add login=ngurah password=ngurah123 permissions=owner
[admin@MikroTik] > tool user-manager router add subscriber=ngurah ip-address=127.0.0.1 shared-secret=eror123

Setelah kita membuat owner dan router kita pada User Manager, maka kita perlu melakukan  perubahan pada port pada Mikrotik supaya kita bisa mengakses User Manager.  Caranya adalah sebagai berikut:
[admin@MikroTik] > ip service set www port=9090

Sekarang saatnya kita pelakukan pengujian untuk User Manager, pertama pastikan kita login terlebih dahulu ke hotspot , jika sudah login maka kita bisa mengakses User Manager dengan browser ke http://iprouter:9090/userman , dalam contoh ini http://172.16.1.1:9090/userman


Untuk Login ke User Manager kita gunakan user owner yang telah kita buat tadi, dalam contoh ini usernya “ngurah” dengan password “ngurah123”, seletah login maka kita dapat membuat user untuk hotspot  dengan cara generate user atau manual.

User Manager ini biasanya digunakan sebagai billing hotspot  dengan mengkonfigurasi : Time Limit, Rate Limit, Upload/Download Limit dan juga fasilitas Credits yang dimiliki User Manager.
Sekian dulu mengenai User Manager Mikrotiknya ya… semoga membantu…dan jangan lupa commentnya okeh…
Konfigurasi Radius
[admin@MikroTik] > radius add service=hotspot,login address=127.0.0.1 secret=eror123
[admin@MikroTik] > radius incoming set accept=yes
Instalasi Radius pada Hotspot Router A dan Router B
Setelah Package User manager sudah terinstal dan Hotspot System sudah berjalan, langkah selanjutnya adalah lakukan integrasi menggunakan Radius Server
Konfigurasi pada Hotspot
 
Masuk di menu IP Hotspot Sever Profiles,  pilih hsprof1 centang parameter Use Radius, setelah itu klik tombol Apply



Langkah selanjutnya pilih menu Radius, kemudian klik Add (tombol (+) merah) karena kita menggunakan Hotspot centang parameter “Hotspot” , kemudian tentukan address dan screet
  • Jika hotspot dan Radius Server masih dalam satu router maka untuk Address kita isi dengan “127.0.0.1
  • Isi screet dengan kombinasi key yang unik misalnya : 123456

Untuk mengintegrasikan hotspot pada Router B dengan User manager pada Router A, Caranya adalah sebagai berikut : 
  • Untuk Router B karena berfungsi sebagai Radius Client maka isikan parameter Address dengan ip yang satu segement dengan Router A (IP Gateway Router A), jika sesuai dengan topologi maka Address yang di isi adalah “192.168.5.215”
  • Isikan secret dengan kombinasi Key, bisa berbeda dengan Router A atau bisa Sama
Instalasi Radius pada User manager Router A
Cara konfigurasinya adalah dengan masuk ke halaman User manager menggunakan aplikasi web browser dengan alamat http:// 192.168.5.215/userman

Langkah selanjutnya login pada halaman userman, secara default untuk username “admin” dan password kosong

\
Tambahkan di menu “Routers” untuk menghubungkan Radius pada Router A dengan user manager, klik Add pilih New kemudian isikan parameter berikut
  • Isikan parameter Name dengan nama routerA
  • karena Radius pada Router A dan User manager terdapat di dalam satu router (Router A) maka isikan IP Address dengan “127.0.0.1
  • Shared secret kita sesuaikan dengan parameter secret yang ada di menu Radius
  • Jika sudah tekan tombol Add 

Tambahkan juga di menu “Routers” untuk menghubungkan Radius pada Router B dengan user manager yang terpasang di Router A, klik pilihan Add New kemudian isikan parameter berikut
  • Isikan parameter Name dengan nama routerB
  • karena Radius pada router B tidak terhubung langsung dengan User manager yang berada di Rouer A maka isikan IP Address yang satu segment (direct connect) dengan Router A, sesuai topologi yang dijelaskan sebelumnya untuk IP Address kita set “192.168.5.223”
  • kemudian untuk Shared secret kita sesuaikan dengan parameter secret yang ada di menu Radius Router B
  • Jika sudah tekan tombol Add 


Langkah selanjutnya selanjutnya pilih menu Profiles tab Profiles untuk menentukan limitasi yang akan di berikan kepada setiap user


tentukan limitasi yang akan di berikan kepada user, pilih Menu Profiles tab Limitations kemudian tentukan nilai Uptime, Download, Upload dan sebagainya

Langkah terakhir untuk memberikan hak akses internet pada  client yang berada di bawah Router A dan Router B kita dapat menambahkannya di menu Users tab Add, Sebagai contoh 
  • Untuk client  Router A Username : User2, Password : User2, Assign profile : 1jam


  • Sedangkan untuk client yang berada di bawah Router B kita buat Username = User3, Passwrod = User 3 kemudian untuk Assign profile = 1 jam 


SSampai di sini setiap user yang berada di bawah Router A dan router B sudah sudah dapat kita managemen menggunakan user manager yang terpasang pada Router A,  kita bisa memastikan jika konfigurasi yang kita buat sudah benar maka setiap user yang telah login akses internet akan tercatat pada menu Seasson

Tidak ada komentar:

Posting Komentar